Publik kembali dihebohkan dengan kemunculan varian baru Corona, kali ini varian dari BA.1 dan BA.2 yang disebut varian ‘XE’. Varian XE ditemukan pertama kali di Inggris pertengahan Januari 2022, tetapi sejauh ini belum ada data uji klinis yang lebih jauh terkait varian XE kecuali tingkat penularannya.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian XE memiliki penularan 10 persen lebih cepat ketimbang Corona BA.2, menjadikan varian paling menular di dunia sampai saat ini. Meski sudah ditemukan di negara tetangga Indonesia seperti Thailand, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengkonfirmasikan bahwa varian XE belum ditemukan di Indonesia.

“Sampai saat ini belum ditemukan ya,” jelas dia melalui pesan singkat kepada budiwin Selasa (5/4/2022).

Baca juga Bukti WD BCA

dr Siti Nadia belum menjelaskan lebih lanjut terkait varian XE menjadi ancaman baru bagi pemerintah di tengah pelonggaran pembatasan COVID-19 setelah varian Omicron belakangan cenderung lebih terkendali.

Bagaimana Gejala Varian XE?

Dikutip dari The Economic Times, varian XE aslinya tidak memicu gejala COVID-19 berat dan cenderung memiliki keluhan yang sama dengan pasien COVID-19 sebelumnya, khususnya Omicron seperti:

Sakit kepala
Sakit tenggorokan
Nyeri otot
Demam


Meski demikian, pasien Omicron jarang kali melaporkan anosmia atau gangguan kehilangan indra penciuman dan perasa. Sementara gejala COVID-19 gastrointestinal lebih banyak dilaporkan pada pasien Omicron seperti diare, mual, muntah, dan sakit perut.

BOLA

LIVE CASINO

POKER, DOMINO, CEME

TOGEL (2D 3D 4D & TOTO )

TANGKAS & SLOT

> Bonus New Member 50%

> Bonus Cashback up to 5% – 20%

> Bonus Rollingan 2%

> Bonus Rollingan 1%

LIVE CHAT ONLINE 24JAM

WA : 0813.1995.3885

BANK SUPPORT :

– BCA

– MANDIRI

– BRI

– BNI

– EMONEY (OVO, DANA, GOPAY, LINK, JENIUS)

– PULSA (TELKOMSEL, XL)

This image has an empty alt attribute; its file name is Tampilan-budi2.jpg